Let's Enjoy and Happy Reading

Arsip Tag: Kim Nam Gil

7

Author             : @Ismisangeun

Main cast         : Cho Kyuhyun,Kim So Eun,Choi Siwon

Other cast         : Moon Chae Woon,Lee Yo Woon, Park Shin Hye,Jung Yonghwa,Jung Il Woo, Kim Bum,Kim Nam Gil

Genre              : Romance

Length             : Squel

Rate                 : PG-15

Disclaimer       :

Penggunaan dan karakter pemain hanya karangan author belaka untuk mendukung FF ini *no Bashing*, Bila tema,alur cerita ada kesamaan dengan karya lain itu hanya kebetulan. Karya ini murni asli hasil inspirasiku *NO PLAGIAT*.

Baca lebih lanjut


6

Author             : @Ismisangeun

Main cast         : Cho Kyuhyun,Kim So eun,Choi Siwon

Other cast         : Moon Chae Woon,Lee Yo Woon, Park Shin Hye,Jung Yonghwa,Jung Il Woo, Kim Bum,Kim Nam Gil

Genre              : Romantic,Hurt

Type                 : Squel

Disclaimer       :

Penggunaan dan karakter pemain hanya karangan author belaka untuk mendukung FF ini *no Bashing*, Bila tema,alur cerita ada kesamaan dengan karya lain itu hanya kebetulan. Karya ini murni asli hastiil inspirasiku *NO PLAGIAT*.

Baca lebih lanjut


4

Author             : Ye_Mi  Sangeun

Main cast         : Cho Kyuhyun,Kim So eun,Choi Siwon

Other cast         : Moon Chae Woon,Lee Yo Woon, Park Shin Hye,Jung Yonghwa,Jung Il Woo, Kim Bum,Kim Nam Gil, Lee Donghae

Genre              : Romantic,sadness

Type                 : Squel

Disclaimer       :

            Penggunaan dan karakter pemain hanya karangan author belaka untuk mendukung FF ini *no Bashing*, Bila tema,alur cerita ada kesamaan dengan karya lain itu hanya kebetulan. Karya ini murni asli hasil inspirasiku *NO PLAGIAT*.

Baca lebih lanjut


3Author             : Ye_Mi  Sangeun

Main cast         : Cho Kyuhyun,Kim So eun,Choi Siwon

Other cast         : Moon Chae Woon,Lee Yo Woon, Park Shin Hye,Jung Yonghwa,Jung Il Woo

                           Kim Bum,Kim Nam Gil, Lee Donghae

Genre              : Romantic,sadness

Type                 : Squel

Disclaimer       :

            Penggunaan dan karakter pemain hanya karangan author belaka untuk mendukung FF ini *no Bashing*, Bila tema,alur cerita ada kesamaan dengan karya lain itu hanya kebetulan. Karya ini murni asli hasil inspirasiku *NO PLAGIAT*.

  Baca lebih lanjut


1

Author             : Ye_Mi  Sangeun

Main cast         : Cho Kyuhyun,Kim So eun,Choi Siwon

Other cast         : Moon Chae Woon,Lee Yo Woon, Park Shin Hye,Jung Yonghwa,Jung Il Woo

                           Kim Bum,Kim Nam Gil, Lee Donghae

Genre              : Romantic,sadness

Type                 : Squel

Disclaimer       :

            Penggunaan dan karakter pemain hanya karangan author belaka untuk mendukung FF ini *no Bashing*

  Baca lebih lanjut


1Author             : Ye_Mi  Sangeun

Main cast         : Cho Kyuhyun,Kim So eun,Choi Siwon

Other cast         : Moon Chae Woon,Lee Yo Woon, Park Shin Hye,Jung Yonghwa,Jung Il Woo

                           Kim Bum,Kim Nam Gil, Lee Donghae

Genre              : Romantic,sadness

Type                 : Squel

Disclaimer       :

            Penggunaan dan karakter pemain hanya karangan author belaka untuk mendukung FF ini *no Bashing*

  Baca lebih lanjut


teaser-3Author             : Ye_Mi  Sangeun

Main cast         : Cho Kyuhyun,Kim So eun,Choi Siwon

Other cast         : Moon Chae Woon,Lee Yo Woon, Park Shin Hye,Jung Yonghwa,Jung Il Wo, Kim Bum,Kim Nam Gil, Lee Donghae

Genre              : Romantic,sadness

Type                 : Squel

Disclaimer       :

            Penggunaan dan karakter pemain hanya karangan author belaka untuk mendukung FF ini *no Bashing*

Baca lebih lanjut


Untitled-1

Author             : Ye_Mi  Sangeun

Main cast         : Cho Kyuhyun,Kim So eun,Choi Siwon

Other cast        : Moon Chae Woon,Lee Yo Woon, Park Shin Hye,Jung Yonghwa,Jung Il Woo, Kim Bum,Kim Nam Gil

Genre              : romantic,sadness

Type                : Squel

Disclaimer       :

            Penggunaan dan karakter pemain hanya karangan author belaka untuk mendukung FF ini *no Bashing*

 

 

-Kim So Eun POV-

            Seorang gadis sedang berdiri dengan pikiran melayang di sebuah balkon villa yang terletak di pinggir pantai persis.

“Ahh bagaimana ini.. kenapa pikiranku jadi kacau” keluhku sendiri.

“Shin Hyesung kemana saja kenapa belum kembali sampai sekarang” pikiranku tambah kacau

“Apa yang kau lakukan disini??” sebuah suara menyletuk.

“MWO? Kau mengejutkanku” ucapku setengah berteriak.

“Huh kau melamun ya??” ternyata suara itu adalahCho Kyuhyun.

“Iya presdir Cho.. aku sedang melamun” jawabku

“Wah disini indah sekali pemandangannya” ucap Kyuhyun

“Kenapa kau tidak bilang disini indah sekali” tanya kembali. “…………………………………………………………………” aku tak tau harus menjawab apa.

“YA!, kenapa kau diam saja”Kyuhyun  setengah berteriak.

“Aisshhh kau berisik sekali” jawabku sewot.

Kyuhyun hanya memandangku heran.

“ah sudahlah aku ingin berjalan-jalan di pantai sampai jumpa presdir Cho” ucapku sambil setengah membungkuk dan pergi.

Entah kenapa perasaanku menjadi sangat gelisah hari ini. Apakah hal yang berbahaya akan terjadi padaku

_End_

 

*****

-Author POV-

 

“Kau sepertinya sangat berbeda dengan ayahmu” cletuk Shinhye saat sedang diobati oleh pemuda tadi.

“Entahlah, aku juga tidak tau…” pemuda itu menjawab santai.

“wah lukisanmu banyak sekali apa kau seorang pelukis?”Shinhye kepo.

“seperti yang kau lihat ini adalah sanggar lukisku, oke sepertinya sudah selesai” pemuda itu berdiri dan mengembalikan kotak obat.

“Gomapta… sebenarnya ini hanya luka kecil” Shinhye berdiri dan akan pamit.

“Tungu.. apakah aku boleh tau namamu?”giliran pemuda itu yang kepo.

“cheoneun Park Shinhyeimnida” Shinhye sambil mengulurkan tangannya#modus.

“Ah ne.. cheoneun Jung Il Woo imnida” Il Woo menyabut sumringah.

“Baiklah aku rasa aku harus segera kembali karena pasti temanku sudah lama menunggu” Il Woo setengah terburu-buru.

“Ah tunggu sebentar….. ini bawalah anggap saja sebagai ganti rugi belanjamu yang rusak ” Il Woo memberikan Lukisan bergambar Bintang laut berukuran sebuku tulis.

“Ah ini aku rasa terlalu berlebihan…” Shinhye menolak.

“Aniya.. ambil saja kau harus menerimanya dengan begini aku sudah yakin kau memaafkan ayahku” Il Woo memasukkan lukisannya itu ke dalam kantong belanjaan Shinhye .

 “Kau ini seperti malaikat terlalu baik, baiklah akan aku terima gomapseumnida… jika takdir mengijinkan semoga kita bertemu lagi” Shinhyeberpamitan dan meninggalkan sanggar sederhana itu.

           

“meskipun pertemuan ini singkat aku harap kita bisa bertemu lagi..” batin Il Woo

 

@villa

 

“YA! kenapa kau jutek sekali manager Kim..” teriak Kyuhyun menyusul Soeun.

“jam segini tidak asik untuk berjalan di pantai sendirian” lanjut Kyuhyun .

“Ada apa denganmu hari ini presdir Cho? Kenapa kau tiba-tiba jadi berisik sekali…” Soeun masih jutek.

“Baiklah ayo kita berlajan-jalan dipantai sekarang” jawab Soeun sambil menarik tangan Kyuhyun untuk menuruni tangga lebih cepat.

            Sementara dari lantai bawah tanpa Soeun dan Kyuhyun sadari. Yonghwa melihat tingkah mereka.

“WOW ini keajaiban seorang Kim So Eun dapat membuat Cho Kyuhyun menjadi agak cerewet seperti tadi” Yonghwa berguman dan senang.

“ah sepertinya sebentar lagi aku akn terbebas dari Kyuhyun hahahaha” Yonghwa bahagia dan tertawa lepas.

“Eh tunggu dimana Shin Hye yaa” Tawa Yonghwa sekejab menghilang.

 

Sementara itu di pantai

           

“YA! sampai kapan kau akan menarik tanganku” cletuk Kyuhyun.

 Seketika Soeun tersadar dan segera melepaskan tangannya. Suasana pun manjadi agak canggung, namun Soeun segera mencairkan suasana dengan melemparkan pasir padaKyuhyun.

“YA! apa yang kau lakukan…” Kyuhyun bingung.

“Bukankah ini lebih asik daripada berjalan-jalan saja.. hahahaha” Soeun tertawa lepas. Tiba-tiba Kyuhyun menjadi gugup, jantungnya berdekap kencang ketika melihat So Eun tertawa lepas. Kemudian mereka pun asik perang pasir.

“Setidaknya aku dapat melupakan kesediahnku sejenak” batin So Eun.

 _End_

 

****

“Kim So Eun!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak seorang gadis yang tak lain adalah Shinhye yang baru saja kembali.

“Ah Shinhye-ya” Soeun yang sedang asik bermain pasir dengan Kyuhyun tiba-tiba langsung berlari menuju sahabatnya itu.

“aishhh gadis ini teman sejati datang teman baru diabaikan” Kyuhyun mengeluh sendiri namun ia tersenyum kecil kemudian bergegas kembali ke villa mereka.

“Hyesung-ya kemana saja kamu? aku sakit…” Bisik Kyuhyun sambil memeluk sahabatnya itu.

“Waeyo?” Shinhye cemas.

“Ah, gwaenchana ayo kita masak sekarang” mimik Soeun tiba-tiba berubah menjadi ceria dan mengambil kantong belanja di tangan Shinhye.

“Aiissssh KIM SO EUN kau jangan memendamnya sendiri” Shinhye setengah berteriak. Ternyata ocehan Hyesung tanpa sengaja di dengar Kyuhyun yang sedang berjalan di belakangnya.

 

@ taman villa

           

“YA! Shin Hye kemana saja kau seharian ini” Yonghwa senang dengan kehadiran Shinhye.

 

Saat itu So Eun sedang bongkar-bongkar belanjaan yang dibeli Shinhye.

“Wah lukisan ini indah sekali Shinhye -ah km beli dimana ayo kita kesana lagi” Soeun menemukan lukisan pemberian Il Woo

“MWOOO… ah aniya itu lukisan hadiah…. Jangan disentuh” Shinhye secepat kilat menyamber lukisan itu dari tangan Soeun.

“Aissshhh jutek sekali pasti dari seseorang spesial yaa…. Kenapa kau tidak cerita Shinhye -ah” Soeun menggoda.

“Ahh an…niii… yaa hanya seseorang lewat kok” Shinhye menjadi gugup

“BOHONG lihat saja itu mukamu  jadi kepiting rebus tuhh… hahahha” Soeun puas menggoda sahabatnya itu.

 

Tiba-tiba Yonghwa menjadi kesal dan merebut lukisan itu dari tangan Shinhye.

“ahh lukisan seperti ini mah banyak beli di pinggiran pasar….” Yonghwa iri.

“Eh jangan disentuh nanti Shinhye marah” Soeun merebutnya kembali dan menggoda Shinhye lagi.

“Kau ini… ahh molla… aku pergi dulu mencuci sayuran” Shinhye malu dan pergi sambil merebut lukisan Il Woo dari Soeun.

“huaahh itulah Park Shin Hye yang sedang berbunga-bunga” Soeun sangat senang , dan kembali membongkar belanjaan untuk membuat barbeque. 

“aissh apa yang kau katakan” Yonghwa sewot dan pergi begitu saja.

“Yeee kau ini kenapa sewot saja lihat orang bahagia” Soeun mendumel #bahasa apa itu#. 

 

_Malam harinya_

            Shinhye dan Soeun sibuk menyiapkan barbeque. Sedangkan Kyuhyun asik membaca Koran dengan secangkir kopi. Sedangkan Yonghwa frustasi dikamarnya nge-game gaje. #Dasar namja ga pengertian#.

 

“Huaaaaaaaaaaaaaa kajja!!!!!” teriak Shinhye dan Soeun senang kemudian High Five.

“menyenangkan sekali Shinhye -ya” Soeun bersemangat untuk segera makan masakan mereka.

“Ne.. sudah lama kita nggak barbequan ayoo sikat semua” Shinhye tak sabar dan mencomot hidangan di depannya.

 “Kemana nii 2 makhluk itu apa nggak bosan mengurung diri di dalam” Soeun berguman sambil melihat ke dalam villa.

“Ah sudahlah apa mereka mau dengan masakan kita, kelas mereka kan resto bintang lima #hotelkalibintanglima#” Shinhye menyanggah.

“Ah iya lupa” Soeun mengalah.

            Yonghwa keluar kamar dan melihat Shinhye dan Soeun asik dengan barbeque mereka dari lantai atas. 

“aiiissh aku tak akan menyerah Shinhye masih single jadi masih 50:50 tunggu aku Shinhye -yaa” gumanYonghwa.

Saat melewati ruang tengah Yonghwa melihat Kyuhyun sedang sendiri kemudian mengajak Kyuhyun menggangu pesta kedua gadis itu.

“YA! presdir jangan hanya duduk saja ayo kita ganggu kesenangan mereka” Yonghwa mengambil Koran di depan Kyuhyun.

“Baiklah aku juga sedang bosan” Kyuhyun agak tersenyum.

“Wohh itu menakjubkan Seyum Cho Kyuhyun kembali” Yonghwa lebay.


“wah baberquean nggak ngajak-ngajak nih ” Yonghwa berteriak di telinga Shinhye.

“YA! apa yang kalian lakukan disini pergi sana enak saja nggak bantuin tinggal makan” Shinhye setengah bercanda. Soeun menyenggol#bhsjawa author kluar# lengan Shinhye.

“Ah aniyaa ayo duduk saja…” Soeun ramah.

“Nah begitu dong ramah kayak Soeun” Yonghwa akan duduk di sebelah So Eun, namun tiba-tiba ditahan Kyuhyun.

“ahh iya aku lupa…” Yonghwa menyeletuk.

“apa maksudmu? ” Soeun kepo.

“aniya…” Yonghwa duduk disebelah Shinhye dan tersenyum  penuh kemenangan. Mereka pun menikmati barbeque

 

“ah dagingnya sudah mau habis nii” Shinhye mengambil potongan daging terakhir.

“wah porsi makanmu banyak juga untuk seorang wanita” Yonghwa melihat Shinhye makan dengan heran.

“SSSttt komentar saja kamu, tinggal makan aja kok” Shinhye ketus .

“Baiklah aku akan bakar daging lagi ” Soeun bersemangat.

“Eh Soeun-ah kau yeoja tidak seharusnya bakar daging ayo kita bakar bersama…” Yonghwa sambil menatap Kyuhyun.

“Ah aniyaa kalian makan saja aku suka bakar daging kok” Shinhye menolak dengan anggun.

 

Kemudian Yonghwa mengisyaratkan kepada Kyuhyun untuk menyusul Soeun namun Kyuhyun keras kepala dengan gaya coolnya #malu-malukucing#.

 

            Saat membakar Soeun tiba-tiba teringat perkataan kakaknya So Jin.

#Flashback#

“Yeoboseo eonni” kata Soeun bergegas

“Ne, ada apa saeng?” Sojin mejawab telpon adikknya itu

“apa yang terjadi eonni kenapa Siwon-oppa memberiku ultimatum??” Soeun to the point

“Soeun-ya,root menjadikanmu target yang selanjutnya bukan aku” So Jin agak bergetar

“MWO.. eonni-yaa? Tapi itu lebih baik itu Unnie aku bisa melidungimu ” Soeun

“Apa kau gila.. akulah yang akan melindungimu,aku tidak akan membiarkan mereka.Sebaiknya kau turuti nasihat Siwon-shi..” So Jin tegas kemudian menutup telpon adikknya.

“Eonni… eotteokhae???” Soeun menangis

_End Flashback_

 

“Bau apa ini… ” Shinhye curiga,kemudian menyusul Soeun.

 

Soeun meneriam sebuah pesan ancaman dari jaringan “Root” itu. Meskipun Soeun sudah terbiasa tapi ia tetap saja merasa tertekan. Soeun menjadi gemetaran sambil berusah membalik daging di depannya.

“YA! Soeun-ya apa yang kau lakukan…” teriak Shinhye.

“ohh” Soeun berusaha tenang namun percuma ia masih tetap bergetar, akhirnya sepercik api mengenai tangannya.

“Ahhhhhh” Soeun berteriak. Membuat Kyuhyun dan Yonghwa kaget dan segera menyusul kedua gais ini.

“gwaenchana???…” Shinhye khawatir tanpa sengaja melihat ponsel  Soeun. Shinhye kaget karena pesan ancaman belum sempat di tutup oleh Soeun.

“ah Gwaenchana…..” Soeun berusaha tersenyum dengan muka yang pucat dan merebut ponselnya dari tangan Shinhye.

“aku akan ke kamar mandi untuk mengobati luka ini….” Soeun bergegas pergi menghindari Shinhye.

 

 Namun Kyuhyun dan Yonghwa menghalangi Soeun. Mata Shinhye berkaca-kaca dan tiba-tiba menampar Soeun.

“Soeun-yakenapa kau tidak menceritakannya padaku !!!!” Shinhye menangis histeris sambil sambil memukul-mukul bahu Soeun.

“YA! apa yg kalian lakukan….” Yonghwa menahan Shinhye dan Kyuhyun hanya diam saja karena bingung dengan kedua sahabat ini. Kemudian Kyuhyun mengeti maksud Yonghwa dan segera membawa Soeun pergi.

_End_

 

-Jung Yonghwa  POV-      

“YA! Shin Hye-ah tenanglah….” Ucapku sambil menahan tangan Shinhye yang terus memukul bahu Soeun. Shinhye terus menangis histeris tak jelas. Aku bingung dengan apa yang terjadi sekarang kenapa Shinhye bisa seperti ini. Dan kenapa kehangatan di wajah Soeun seketika bisa pudar .

“So eun-ah… apa kau gilaaaa Soeun-ah” Shinhye berteriak. Melihat Soeun dibawa pergi oleh Kyuhyun.

“Shinhye -ya sudah tenanglah….” Ucapku hanya bisa bilang sperti itu. Shinhye kehilangan tenaganya dan hampir saja jatuh namun aku menahanya. Kemudian aku menariknya kedalam pelukanku

_End_

 

-Cho Kyuhyun POV- 

 

“Duduklah disitu aku akan obati luka di tanganmu itu” ucapku untuk berusaha tidak sedingin mungkin. Soeun hanya diam dengan tatapan yang kosong.

 

Saat aku sedang mengobati tangannya. Tiba-tiba ada air yang menetes ternyata itu adalah air mata Soeun.

“Jangan lihat aku sekarang…” guman Soeun.

“Pergilah tinggalkan aku sendiri..” lanjutnya.

 

Aku pun berdiri dan akan pergi. Namun tubuh seperti ada yang menahan melihat tangisan Soeun. Aku memnutuskan untuk memeluk Soeun dan membiarkan tangisannya tumpah dalam pelukanku. Untuk pertama kalinya aku merasa sesak dengan tangisan seorang gadis.

 “Tuhan sebenarnya pa yg terjadi padaku?”

_End_

 

****

 

-Author POV-

           

            Shinhye sudah kembali tenang ia pun duduk di sebuah ayunan terbuat dari batang kayu#yg kyk di full house#di taman villa. Dengan pikirannya yang melayang mengetahui apa yang akan terjadi ke sahabatnya itu. Yonghwa datang dengan membawakan secangkir coklat cair hangat.

“Minumlah ini kau akan merasa lebih baik” Yonghwa memberikan cangkir coklat yang masih sangat hangat itu kepada Shinhye.

“Gomawo Yonghwa-ah…” Shinhye sudah bisa agak tersenyum. Yonghwa duduk disebelah Shinhye dan menatap bintang yang berada di atas laut. Karena ayunan yang mereka duduki tepat menghadap ke laut.

“sebenarnya apa yang terjadi? Aku bingung dengan kalian?” Yonghwa keponya mulai.

“Apa kau masih ingat perkataanku bahwa di dunia ini hanya Siwon-ssi yang pantas disamping Soeun?” Shinhye mengawali.

“Ne,, ak masih sangat ingat, karena seorang Cho Kyuhyun tidak bisa mengalahkannya?” Yonghwa menjawab sambil terus menatap bintang.

 “ne.. karena keluarga Soeun adalah sasaran utama jaringan “root” kau tau kan?” Shinhye meneruskan.

“Jinn..jjaaaa” Yonghwa terkejut dan menatap Shinhye dengan mata akan copot#Author lebay#.

“Aku tumbuh besar bersama keluarga Soeun. Aku juga menyaksikan langsung pembantaian 15 tahun lalu yang dilakukan kepada keluarga Soeun. Hanya aku,Soeun dan kakaknya yang dibiarkan hidup” Shinhye lemas.

“Itu sangat tak terduga? Bagaimana Soeun bisa menjadi gadis sehangat itu melihat kehidupannya penuh dengan kekejaman” gumanYonghwa.

“Ne.. semua itu berkat Choi Siwon,, sejak SMA ia terus mendampingi Soeun dengan sabar bahkan ia sampai merelakan kesempatanya menjadi seorang artis dan memilih masuk ke badan inteljen negara hanya agar dapat melindungi Soeun” Shinhye panjang lebar.

“aku tak tau harus berkata apa…” Yonghwa tersentuh.

“sekarang Soeun sedang dalam bahaya, simpan ini baik-baik dan jangan sampai bocor ke perusahaan ” Shinhye jadi sangat berisik.

“Iyaa aku tau ituPARK SHINHYE” tegas Yonghwa di telinga Shinhye.

“YA!  kau jangan berteriak di telinga orang” Shinhye pura-pura marah.

 “Tampaknya Park Shinhye yang ku kenal sudah kembali” Yonghwa tersenyum.

Mereka berdua-pun melayang dengan pikiran masing-masing sambil menatap pemandangan bintang yang ada di atas laut.

***

 

            Soeun tertidur di dalam pelukkan Kyuhyun karena lelah menangis. Kyuhyun sabar menunggu Soeun kembali tenang.

 “Apa kesedihan yang kau rasakan sangat dalam? kenapa kau bisa sampai seperti ini” Kyuhyun bicara sendiri. Kyuhyun menidurkan Soeun di kamarnya dan menyelimutinya. Namun, Soeun keluar keringat dingin dan demam tinggi. Kyuhyun merawat Soeun hingga tertidur di sebelahnya. Setelah beberapa saat Kyuhyun terbangun dan mengecek suhu badan Soeun ternyata sudah normal. Ia pun kembali ke kamarnya.

            Shinhye masih gelisah sendiri di kamarnya. Sementara Yonghwa hanya bisa termenung mendengar cerita Shinhye. Shinhye memutuskan untuk ke kamar Soeun. Shinhye tau persis keadaan Soeun yang akan demam tinggi dan sesak nafas.

 

@kamar So Eun

           

“So Eun-ah… aku tahu pasti setelah ini kau akan menyuruhku untuk menjauh drimu” Shinhye menggenggam tangan Soeun.

“Aku tidak peduli meskipun aku akan mengusirku ratusan kali aku tak akan bergeming aku akan tetap berada di sampingmu” air mata Shinhye menetes.

“So Eun-ah aku rela menggantikanmu,aku akan korbankan diriku untuk menyelamatkanmu” Shinhye terus bergeming.

“Kim So Eun … apa yang harus aku lakukan untuk menyelamatkanmu dari rencana pembunuhan ini KIM SO EUN” Shinhye tak bisa menahan emosi.

 

Sebenarnya Soeun mendengar ocehan sahabatnya itu namun ia tetap pura-pura tidur dan menahan air matanya

“Baiklah aku akan terus mendampingimu walaupun kau ke kamar mandi” Shinhye menguatkan dirinya.

 

Setelah puas mengeluarkan unek-uneknya Shinhye pergi meninggalkan So Eun dan mematikan lampu di kamarnya. Setelah Shinhye pergi, So Eun terbangun dan menangis dalam kegelapan. Tanpa Shinhye dan Soeun sadari, Kyuhyun mendengar semuanya.

 

#Flashback#

 

Setelah Kyuhyun ganti baju dan cuci muka, ia memutuskan untuk kembali memastikan keadaan Soeun. Namun  saat akan masuk Shinhye sudah berada disana sambil menangis.

_End Flashback_

 

Pagi harinya semuanya sudah kembali seperti biasanya. Soeun kembali menjadi pribadi yang hangat dan penuh senyuman. Setelah selesai mengemasi barang-barang mereka berempat kembali ke Soeul karena proyek di Busan telah selesai. Mereka pulang seperti tak ada masalah sebelumnya. Namun, hati mereka berempat berkecambuk dengan perasaan masing-masing. Perjalanan mereka lalui dengan keheningan.

            Sesampainya di depan kantor, Shinhye langsung buru-buru menempel pada So Eun. So Eun hanya tersenyum manis karena perilaku sahabatnya itu.

“Apa kau lapar Soeun-Ssi?” tanya Shinhye.

“YA! jangan panggil aku dengan sebutan ‘ssi’ itu terlihat canggung?” So Eun bercanda.

 

Namun di depan pintu masuk ternyata sudah ada seorang Choi Siwon yang menuggu kedatangan belahan jiwanya *authormulailebay.

 

“oohh apa aku sedang mabuk? Kenapa aku melihat Siwon-oppa disini? Shinhye -ah apa aku mimpi?” Soeun bingung karena setahunya tunangannya itu sedang berada di luar negeri.

“Ah aniyaa kau tidak mabuk dan tidak mimpi ini kenyataan Choi Siwon sudah sana” Shinhye setengah mendorong.

 

Soeun berlari gembira dan segera memeluk Siwon.

“Bogosipeo oppa” bisik Soeun.

“Nado… terima kasih karena aku masih bisa memelukmu sekarang.” Siwon tersenyum.

 

            Dari kejauhan Kyuhyun dan Yonghwa akan kembali ke kantor untuk mengambil berkas dan meihat SoEun bersama Siwon.

“Ahemmm ada yang mau patah hati nii” Yonghwa menyindir.

“Apa yg kau bicarakan, sebaiknya lewat sini saja…” Kyuhyun memilih pintu masuk di samping kantor.

 “uhhh ada yang merasa ternyata” Yonghwa tersenyum penuh kemenangan.

*****

 

@So Eun House

 

“loh kok pintunya tidak dikunci” Soeun bingung kemudian Siwon sigap menahan Soeun untuk masuk. Sepertinya feeling sebagai detektif sangat peka.

“Biar aku yang masuk duluan ikuti aku dari belakang” Siwon waspada. Setelah beberapa saat mereka telah berhasil masuk ke rumah So Eun. Yang terjadi adalah rumah itu sudah sangat berantakan disana-sini. So eun melihat ini akan jatuh karena shock namun berhasil ditahan oleh Siwon. “Gwaenchana….” Siwon menenangkan tunangannya itu.

“Waeyo?” Soeun dengan nada bergetar.

“Sudah jangan dipikirkan lebih baik kau ikut denganku sekarang”.

 

            Beberapa saat kemudian Shin Hye masuk dan terkejut dengan keadaan yang terjadi.

“Mwo? Apa yg terjadi Siwon-Ssi?”

“Aniya… sekarang lebih baik kalian sementara tinggal di rumah Nam Gil hyung. Shinhye-ah tolong bawakan koper So Eun kerumah kakaknya”

“Uhh.. baiklah. So Eun-ya? Gwaenchana?” Shinhye khawatir.

“Biar aku  yang mengurusnya. Rumah ini sepertinya sudah tak aman cepatlah pergi dari sini” Siwon tegas.

“Ummh.. baiklah” Shinhye pasrah dan pergi membawa kopernya dan milik So Eun.

           

Sementara itu So Eun masih shock dan hanya bisa duduk lemas.

“Yeoboseo Hyung? Bawa penyidik ke rumah So Eun sekarang sesuatu terjadi” Siwon segera menutup telponnya dan kembali ke So Eun.

“So Eun-ah gwaenchana… ” Siwon duduk di samping So Eun dan memeluknya.

 

 

Kyuhyun sedari tadi memikirkan saat Siwon dan Soeun berpelukan

“Ahh apa yang terjadi padaku aku rasa aku sudah tidak waras lagi kenapa menyukai gadis yang sudah bertunangan” keluh Kyuhyun

“Aarggghhhhhhhhhhhhh” kemudian akhirnya ia memilih untuk tidur

 

            Soeun dibawa Siwon kerumahnya, keadaan Soeun benar-benar kacau sekarang ia tak bisa menangis seperti saat dihadapan Kyuhyun. Kepalanya terasa sangat berat sepeti ada benda besar yang menimpa kepalanya. Soeun pingsan, dengan sigap Siwon menahan agar tubuh Soeun tidak jauh kemudian Siwon membaringkannya di tempat tidurnya. Soeun kembali mengeluarkan keringat dingin sama seperti Kyuhyun, Siwon merawat Soeun dengan sabar. Namun ia sambil sibuk telpon dengan rekan-rekan penyidiknya yang berada di rumah Soeun.

 

#Flashback#

-Kim So Eun POV-

 

15 tahun yang lalu

            Tiba-tiba Ayah,Ibu,Nenek dan Kakek menyuruh kami untuk bersembunyi. Aku,kakak dan Shinhye bersembunyi dalam lemari. Kakak membuka sedikit pintu itu. Aku saat itu merasa sangat sesak nafas akhirnya memutuskan untuk keluar. Kakak dan Shinhye sudah melarangku tapi karena aku tidak tahan aku tetapkeluar mereka mengikutiku keluar. Aku lihat di ruang tamu ada keributan Nenek sudah tergeletak di tanah dengan bersimbah darah. Aku sampai teriak melihatnya. Tampak disana ada beberapa namja berotot kekar dengan berpakaian serba hitam. Dengan senjata ditanganya

“Doorrrrrrrrrrrrr” terdengar bunyi tembakan, peluru itu tepat mengenai dada sebelah kiri kakekku aku sendiri melihat secara langsung kakekku dibunuh. Kakakku So Jin langung mengajakku bersembunyi. Kita bertiga sedang di lantai atas sebelum namja berpenampilan seperti mafia itu melihat kita. Kita bersembunyi di sebuah ruangan tersembunyi di ruang kerja ayahku. Disana terdapat sebuah ruangan dibalik kaca besar. Orang dari luar menganggap itu hanya kaca biasa tapi kita yang berada didalamnya bisa melihat mereka.

 

Tak lama mafia-mafia itu menyeret Ayah dan Ibu ke ruangan itu. So Jin Unnie menyuruhku untuk tetap diam agar tidak ketahuan.  lihat mereka menyuruh ayah mengumpulkan beberapa dokumen dan uang. Mereka mulai menyikasa Ayah dan Ibuku. Saat itu Ibuku sepertinya juga akan ditembak tepat dikepalanya. Namun,So Jin Unnie memelukku dan Shinhye agar tidak melihat kejadian ini. Namun  aku bisa melihat semuanya melihat Ayah dan Ibu dibunuh dengan kejamnya.

_End Flashback_

 

“APPA EOMMA!!!!” teriak Soeun mengigau dan akan terbangun tapi ada sebuah tangan yang  menahannya. Ternyata Siwon sudah berbaring disampingnya sambil terus menggenggam tangan Soeun erat-erat.

“Tenanglah aku akan melindungimu” ucap Siwon

            Soeun mulai menangis badannya gemetar, ternyata ia baru saja mimpi kejadian pembunuhan keluarganya 15 tahun yang lalu. Siwon mendekat dan memeluk Soeun

“Menangislah.. menangislah.. ” bisik Siwon sambil menepuk lembut punggung Soeun.

            Soeun menangis sejadi-jadinya bahkan bersuara cukup keras. Hampir 15 menit Soeun menangis sekarang ia sudah lega. Siwon melepaskan pelukkannya dan menghapus air mata Soeun *romantis*. Mereka tidur berdampingan saling menatap sambil bergandengan tangan. Soeun tersenyum lembut pada Siwon

“Gomawo oppa” Soeun lemah

“Ini sudah menjadi kewajibanku kau tak perlu berkata seperti itu lagi”  jawab Siwon

“kau pasti lelah melindungiku, harusnya kau mencari kebahagiaan lain ” lanjut Soeun serius

“Kebahagiaanku ada padamu Sso-ah” jawab Siwon tersenyum manis

            Soeun memejamkan matanya dengan mempererat genggamannya. Siwon membelai lembut rambut Soeun .

_End_

 

TO BE CONTINUED………

 

Segini dulu ya readers? Bagaimana bagus nggak? Apa perasaan Kyuhyun ke Soeun? Terus bagaimana rencana pembunuhan yang akan dilakukan kepada Soeun? Tunggu next partnya ya readers. Jangan lupa tinggalkan komentar jebal DON’T BE A SILENT READERS

See You Next Part

Annyeong (^=^)//

 

 

Ye_Mi SangEun

 

” nasib dan sifat manusia diibaratkan seperti awan yang mulanya terang,kemudian menjadi gelap dan berubah – ubah”

 


Untitled-1Author             : Ye_Mi  Sangeun

Main cast         : Cho Kyuhyun,Kim So eun,Choi Siwon

Other cast        :  Moon Chae Woon,Lee Yo Woon, Park Shin Hye,Jung Yonghwa,Jung Il Woo

                           Kim Bum,Kim Nam Gil

Genre              : romantic,sadness

Type                :  Squel

Disclaimer       :

            Penggunaan dan karakter pemain hanya karanga author belaka untuk mendukung FF ini *no Bashing*

 

 

-Author POV-

 

Di sebuah rumah sederhana di tengah kota Soeul

 

“Soeun-ah…. Soeun-ah… bangun!!!!!!!!!!!!!!” teriak Shinhye di telinga Soeun.

“mmmmmhh lima menit lagi Shinhye -ah” Soeun masih malas.

“Bukankah ini hari pertama kita bekerja jadi jangan sampai terlambat ayoo bangun Soeun-ah!!!!!!!!!!!!” Shinhye tetap cerewet.

“Hoaaammmm baiklah aku mengalah kau ini bawel sekali” Soeun bangun dengan mata masih tertutup dan beranjak dari tempat tidur.

 

Dua gadis berada di depan kantor Chasung grub. Soeun dan Shinhye menatap kagum gedung di depan mereka.

“Woaah sungguh keren sekali” decak Shinhye

“Sudahlah jangan kampungan Stay Cool dong” Soeun menarik tangan Shinhye dan masuk ke dalam gedung.

 

“Annyeong haseyo cheonun Kim So Eun Imnida,Choneun Park Shinhye imnida” kedua gadis ini memperkenalkan diri kepada manager.

“Kim Soeun dan Park Shinhye kalian akan bekerja di tim inti proyek ini jadi kalian akan bekerjasama langsung dengan Presdir dan Direktur perusahan Chasung” jelas manager.

 “Mwo secepat itukah??” Shinhye kaget.

“Benar kalian berdua telah memenuhi syarat yang telahditentukan” jawab manager.

“Baiklah dimana ruang kerja kita?” Tanya So Eun.

“Silahkan ikuti aku…” ucap manager.

           

            Disaat Soeun dan Shinhye diantar manager untuk keruanga mereka. Ada beberapa pegawai yang berbisik-bisik

 

“Ohh jadi ini yang orang akan menjadi tim inti” ucap salah satu pegawai sinis.

“Ne… masalah buat kamu” batin Shinhye kesal.

“Stay cool Shinhye-ya” bisik Soeun.

“Kita akan bekerja di tempat yang sama ya calon adik iparku” kali ini menatap Soeun tajam yg tak lain adalah Chae Woon.

“Bisakah kau tunjukkan meja kerja kami sekertaris Choi?” tanya Soeun lembut tapi penuh penekanan. Chae Woon seketika diam tanpa kata,kemudian salah satu pegawai menunjukkan meja kerja mereka. Soeun dan Hyesung langsung diajak rapat saat itu juga

 _End_

 

-Kim So Eun POV-

 

“perlukah kami memperkenalkan diri terlebih dahulu?” tanyaku.

“Ah tidak perlu di kartu identitas di lehermu sudah cukup” Yonghwa menolak secara halus.

“Baik kita langsung bahas rencana proyek kita saja” Kyuhyun dingin.

 

Setelah Rapat

 

Selama hampir 2 jam kita rapat untuk membahas proyek di busan. Menurutku rapatnya berjalan kaku dan kriuk kriuuk.

“Huft akhirnya selesai juga ” keluh Shinhye

“iyaaa kenapa kita merasa lelah sekali yaa” jawabku ikutan mengeluh.

“aku kira kita akan bekerja dengan Ajuhssi yang sudah botak dan perut buncit eh ternyata presdir dan direkturnya seumuran dengan kita tapi aku merasa tak ada bedanya dengan Ajusshi-ajusshi ” Shinhye panjang lebar.

“Sudah hentikan ocehanmu itu lebih baik kita makan sekarang”ucapku sambil membungkam mulut sahabatku ini.

 Saat sampai di Hole kantor ternyata Siwon-oppa sudah menungguku.

“Ahh itu Siwon Oppa”  teriakku senang.

“Tunggu daripada aku menjadi obat nyamuk lebih baik aku makan sendiri saja kau bisa pergitunangamu itu” Shinhye mengalah.

 “Jinjja kau tidak mau ikut bersama kami?” tanyaku bingung sekaligus tidak enak hati.

 “Aniya kalian bisa pergi sekarang hehehe” jawab Shinhye

_End _

 

- Park Shinhye POV-

 

“Soeun kau selalu membuatku makan siang sendirian huft ada belahan jiwa teman dilupakan” keluhku sambil mengambil makan siang di kasir.

 

Saat aku sedang menikmati makananku ini tiba-tiba ada seseorang yang datang. “Bolehkah aku duduk disini” ucapYonghwa.

“Ah silahkan direktur tak perlu sungkan” ucapku kaget.

“Ini kan diluar jam kerja kau tak usah memanggilku direktur panggil sajaYonghwa” tanggapnya sambil tersenyum dan duduk.

“mwo??” desahku bingung.

“hahaha ekspresimu lucu sekali” Yonghwa tertawa lepas.

“Aku bingung kenapa kau sekarang bisa seramah ini?” tanyaku.

“Iya Kau pasti bingung ya? Sebenarnya aku nggak sedingin Presdir,Diluar jam kerja aku seperti ini” jawabnya ramah.

“Tapi kenapa saat di kantor kau bisa sedingin itu?” aku masih penasaran.

“hahaha mungkin tuntutan profesi agar tidak diremehkan pegawai yang lebih tua dan senior mengingat umurku terlalu muda untuk jadi direktur istilahnya jaga imeds lah biar kelihatan keren” kata Yonghwa panjang lebar.

“Huh?? Ini terlalu aneh” jawabku masih bingung.

Kami pun berbincang-bincang layaknya seperti teman. Yonghwa ternyata memiliki sifat yang sangat ramah dan juga hangat aku sungguh tidak menyangkanya.

_End_

 

-Author POV-

Setelah bekerja seharian akhirnya kedua gadis manis ini bisa istirahat di rumah. Saat sampai di rumah Soeun melihat lampu rumah sudah menyala.

“Apa Eonni datang?” batin Soeun.

 “So Jin-Eonni kau datang” teriak Shinhye gembira.

“Annyeong kakak ipar ” sapa Soeun ramah.

“Sudah aku siapkan makanan buat kalian ayoo makan” ajak So Jin

“Aku kangen masakanmu eon?” Shinhye makan dengan lahap.

“Makanlah sepuasmu Shinhye -ah” Soeun  membalas celotehan sahabatnya itu.

Soeun dan keluarganya makan malam bersama saat itu.

“Kapan aku bisa mendapatkan keponakan kalian kan sudah menikah 2 tahun” Soeun mnyeletuk

“Hahahhahaha Soeun-ah kau ini tidak sabaran skali sebentar lagi akan aku usahain deh” jawab Nam Gil denga nada tampak bercanda. Sementara itu Shinhye sedang asik makan dan So jin diam tanpa ekspresi mendengar percakapan suaminya dan Adiknya itu.

 

***

            Pagi harinya seperti biasa Soeun dan Shinhye berangkat menuju kantor naik bis.

“Apa tugasmu sudah selesai Soeun-ah?” tanya Shinhye

“Tentu aku sudah selesaikan semalam,kau ini malah tidur dengan pulasnya” Soeun Protes.

“Mianhae,aku kecapekkan makan masakan kakakmu sampai kekenyangan” elak Shinhye

“Ayo berangkat itu bisnya sudah datang?”  Shinhye langsung menarik tangan Soeun untuk masuk ke dalam bis.

“Kau kenapa tidak menyuruh Siwon menjemputmu saja aku bisa berangkat sendirian kok” Shinhye melanjutkan celotehannya.

“aduuh tumben pagi ini kau cerewet sekali salah makan sarapan yaa”

“ah kau ini ditanyain serius malah nggak ngejawab” Shinhye cemberut

“tidak aku nggak ingin melihatmu berangkat sendirian kau kan juga sering makan sendirian masak aku membiarkan sahabatku ini sendirian melulu ” kata Soeun

“ahhh kau ini jangan membuatku terharu” Shinhye memeluk sahabatnya itu.

_End_

 

-Cho Kyuhyun POV-

 

“Yonghwa cepat temani aku makan sarapan sekarang” teriakku di ujung telpon

“Kenapa aku harus selalu menemanimu makan,lebih baik kau makan dengan pacarmu mulai cari pacar sekarang” elak Yonghwa

“Kau ingin mati yaa” ancamku

“ah baik baik aku kesana sekarang” terdengar suara Yonghwa sangat pasrah

            Aku selalu makan sarapan bersama Yonghwa dan berangkat ke kantor bersama. Karena selama ini hanya Yonghwa yang bisa mengerti aku.

“Aku rasa kau terima saja cinta Chae Woon dia sangat menyukaimu cantik juga kok” nasehat Yonghwa di mobil.

“Kau ini kenapa cerewet sekali” ucapku dingin.

“YA! Cho Kyuhyun lama-lama aku bisa gila, aku nggak bisa menemanimu sarapan seumur hidup” jawabnya

“Kau ini sudah jangan banyak komentar” ucapku sewot

_End _

 

 

-Author POV-

            Selama hampir 3 bulan bekerja bersama, mereka sudah sedikit akrab sebagai rekan kerja. Bahkan Shinhye dan Yonghwa juga berteman baik. Hari Tim inti akan kembali meninjau lokasi proyek secara langsung di Busan.

“Shinhye -ssi kau bisa naik ke mobilku” ajakYonghwa.

“bagaimana dengan Soeun?” tanya Shinhye

“Ah Gwaenchana aku bisa naik kereta bawah tanah sudah kau ikut  Direktur saja!” timpal Soeun ke sahabatnya itu.

”Ha?? Bagaimana mungkin kau mau naik kereta sejauh itu sendiri,Aniya aku akan menemanimu itu berbahaya kalau sampai…..” Ocehan Shinhye terhenti karena Soeun membungkap mulut sahabatnya itu agar tidak keceplosan.

“Ayolahh Shinhye -ssi??” rengek Yoo Jin.

Tiba-tiba Kyuhyun datang dan menengahi

 “ada keributan apa ini??” tanya Kyuhyun

“Ahh Kyuhyun-ya biarkan Soeun ikut di mobilmu lagipula kau butuh teman menyetir sejauh itu kan?” Yonghwa bersemangat.

“Ah baiklah Soeun-ssi ikutlah denganku?” Kyuhyun dingin.

            Selama perjalanan suasana hangat terjadi di mobil Shinhye dan Yonghwa mereka sepertinya tambah dekat dan sudah saling nyaman. Kebalikan Soeun dan Kyuhyun yang hanya terfokus pada jalan selama menyetir.

 “Apa kau tidak lapar dan lelah presdir??”  Soeun mencairkan suasana.

“Aku tau pasti kau lapar carilah restoran untuk makan dan istirahat sejenak” lanjut Soeun tanpa menunggu jawaban dari Kyuhyun.

Kyuhyun pun menyerah ia memang merasa sangat lapar. Akhirnya mereka makan selama makan Soeun merasa sangat bersemangat sampai Kyuhyun merasa heran. Namun didalam hatinya ini pertama baginya makan bersama seorang wanita dengan apa adanya dan tidak dibuat-buat selama makan.

 “Maaf kalau aku memiliki cara makan yang aneh untuk seorang wanita” sahut Soeun mengetahui apa yg dipikirkan olehKyuhyun. Kyuhyun hanya menanggapi dengan senyuma tipis.

 “Kau ini namja dingin sekali aku akan sering mengtraktirmu ramen biar kau menjadi hangat?”. Kyuhyun kaget dengan kata-kata Soeun yang mirip dengan ibunya dahulu.

            Akhirnya selama 3 jam menempuh perjalanan akhirnya mereka berempat sampai di tempat Proyek. Perusahaan menyiapkan satu villa khusus untuk mereka berempat. Setelah menempati kamar mereka masing-masing akhirnya mereka beristirahat untuk melaksanakan pekerjaan besok. Saat termenung dikamar Kyuhyun masih terngiang dengan kalimat yang diucapkan Soeuntadi.

“Uh gadis yang unik…” guman Kyuhyun tanpa sadar. 

            Paginya sarapan sudah tersedia di meja makan. Shinhye dan Yonghwa sangat bersemagat sedangkan Kyuhyun seperti biasa hanya berekspresi datar.

“Huh dimana Soeun-ssi?” tanyaYonghwa.

“Ah tadi dia berangkat pagi-pagi untuk sarapan bersama tunangannya sebelum tunangannya pergi keluar negeri untuk pekerjaanya” Shinhye panjang lebar.

“Wah ternyata Soeun sudah punya tunangan ya.. sayang sekali” responYonghwa.

“Wae? Jangan bilang kau suka Soeun? Sudah menyerah saja kau tidak menandingi Siwon-ssi meski kau seorang direktur perusahaan tersohor??” Shinhye berkomentar.

“Kenapa  tidak apa kelebihan tunangan Soeun itu??” Yonghwa

“Hanya Siwon-ssi yang bisa mendampinginya” Shinhye serius.

“Hahaha kau tidak usah khawatir aku hanya bercanda tak usah seserius itu?” jawab Yonghwa Innocent. Kyuhyun hanya diam mendengar percakapan Shinhye dan Yonghwa

 

            Tim inti mulai melakukan aktivitas mereka, Yonghwa dan Shinhye. Kyuhyun dan Soeun mereka bereempat tampak bersemangat. Yonghwa melihat perbedaan Kyuhyun saat bersama Soeun ia terlihat bahagia. Kyuhyun tersenyum melihatnya.

            Saat Kyuhyun bersama So Eun saat di dalam ruangankerja , Yonghwa datang membawakan berkas namun langkahnya terhenti karena meihat Kyuhyun memperhatikan Soeun dengan sangat serius.

“Aheemmmm” Yonghwa merusak pemandangan Kyuhyun ke Soeun.

“Direktur aku menunggu berkas darimu apakah sudah selesai??” tanya Soeun menyambut kedatanganYonghwa.

” Ini sudah selesai silahkan kalian seleksi ulang?” Yonghwa buru-buru pergi.

Tanpa sadar Kyuhyun dan So Eun bekerja dengan serius hingga petang datang. Saat selesai mereka berdua akan kembali ke villa ternyata ruangan mereka telah dikunci oleh petugas. “Wae??” tanya Kyuhyun yang juga akan keluar.

“Aigoo pintunya terkunci bagaimana ini T.T” keluh Soeun.

“Jinjja???” Kyuhyun memeriksa pintu.

“Baiklah aku akan telpon petugas kau tenang saja” Kyuhyun mengeluarkan ponselnya yang ternyata lowbat.

“Aissshhh kenapa mati juga ini HP!”  Kyuhyun mendesah.

“tunggu aku akan telpon Shinhye” Soeun tanggap.

Setelah beberapa lama kemudian. Telpon dari Soeun tidak di angkat Shinhye karena Shinhye sedang mengoborol berdua dengan Yonghwa di pinggir pantai.

_End_

 

-Jung Yonghwa POV-

 

@Pinggir Pantai

 

“Apa kau tau kenapa tadi pagi aku bertanya tentang Soeun??” tanyaku.

“Aniyaa Wae?” Shinhye menjawab.

“Sepertinya ada yang mulai luluh hatinya karena kehangatan Soeun?” ucapku sambil bermain pasir.

 “Nuguya? Presdir Cho??” tebaknya.

“ne,Kyuhyun tatapan matanya kepada seorang gadis baru pertama aku lihat saat Kyuhyun memperhatikan Soeun”  ucapku sambil teringat apa yang aku lihat tadi siang.

“Apa masudmu itu, Soeun sudah punya tunangan meskipun seorang presdir Cho tidak bisa menandingi Siwon-ssi” Shinhye mengoceh.

“Wae?? So eun sosok gadis yang cocok untuk Kyuhyun aku mendukung mereka berdua” aku tak mau kalah.

 “kau tidak tau masalahnya jadi bisa berkata seperti itu,bagaimanapun Soeun harus berada disamping Siwon karena Siwon-ssi adalah malaikat pelindungnya” Shinhye kekeh

“Aku tak mengerti yang kau maksud,aku yakin Kyuhyun bisa mendapatkan Soeun” jawabku

Dengan begitu Kyuhyun tidak akan pernah kesepian dan menunjukkan padany bahwa di dunia ini ia tak sendiri” batinku

_End_

 

-Kim Soeun POV-

 

“Aisssh kenapa sii Shinhye nggak angat telponku apa lagi molor tu anak“  keluhku sambil mengotak atik HP.

“Yahh lowbat aniyaa bagaimaa ini” lanjutku mengeluh dan agak mulai panik.

“Sudah tenanglah kita pasti bisa keluar dari sini?” Kyuhyun menanggapi

“Kau ini kenapa disaat seperti ini tidak merasa panik sama sekali?” keluhku.

Kemudian aku teringat kata-kata Siwon-oppa untuk merusak bagian kunci pada pintu dengan menggunakan jepit. Aku pun mula mempraktikkan cara yang diajarkan. Dan ternyata berhasil.

“Bagaimana kau bisa membukanya?” Kyuhyun heran.

“Aku sering diajari Siwon oppa cara-cara khusus untuk menyelamatkan diri dalam hal genting” jawabku singkat kemudian melangkah keluar senangnya. 

Karena jarak kantor ke Villa hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki akhirnya aku dan Kyuhyun jalan berdua. Selama perjalan kami hanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Tiba-tiba hak sepatuku lepas sebelah sehingga akan terjatuh.

“Kau tidak apa-apa” Kyuhyun menahan keseimbanganku agar tidak jatuh.

“Gwaenchana tapi sepertinya sepatuku bermasalah  hehehe tak apa aku bisa melepasnya” jawabku sedikit malu karena hak sepatuku sampai lepas ditengah jalan seperti ini. Saat berjalan tanpa alas kaki beberapa waktu Kyuhyun melihat kakiku. Tiba-tiba ia menyuruhku untuk naik kepunggungnya.

 “Ayo cepat naik apa kata orang melihat ini  seorang namja membiarkan yeoja jalan tanpa alas” ucapnya.

“Huh” tanggapku bingung.

“ayo cepat naik” Kyuhyun setengah membentak.

Aku pun akhirnya menyerah karena sebenarnya kakiku juga sakit berjalan tanpa alas. “Baiklah aku akan mentraktirmu ramen” bisikku pada Kyuhyun

“Kenapa harus ramen bagaima dengan yang lain” tanya Kyuhyun

“Ramen makanan terbaik untuk namja berhati dingin sepertimu” jawabku tegas.

“Meskipun kau tidak menyukainnya aku akan tetap memaksamu?” lanjutku.

Saat digendong Kyuhyun entah mengapa aku merasa nyaman ini berbeda saat bersama Siwon. Lama kelamaan aku merasa mengantuk dan mungkin karena lelah bekerja seharian.

_End _

 

-Cho Kyuhyun POV-

 

“Mendngarnya bicara seperti itu kau semakin mirip dengan ibuku. Saat berada  bersamanya aku merasakan kehadiran ibuku yang sangat aku rindukan. Berada bersamnya terasa hangat seperti ada sebuah selimut yang menyelimuti hatiku yang dingin”

“Ibu… perasaan apakah ini?” batinkku bertanya karena bingung dengan perasaanku sendiri.

“Kau tidak salah karena sudah 6 tahun aku tidak pernah memakan ramen” ucapku pada Soeun namun tidak ada tanggapan. Ternyata Soeun telah terlelah dan tidur punggungku. Entah kenapa aku merasa bahagia.

Ibu… untuk pertama kalinya dalam hidupku aku merasa hangat bersama seorang yeoja

Yeoja ini hangat seperti ramen yang baru saja matang…

Yeoja yg untuk pertama kalinya membuat detak jantungku berdetak lebih cepat

_End_

 

 

Di tepi sebuah pantai terlihat seorang namja yang tengah melayang dengan pikirannya. Ya namja ini adalah Choi Siwon. Yang sibuk dengan pikirannya pada kekasihnya yang sedang dalam bahaya. Ia baru saja mendapatkan berita dari Nam Gil tentag Soeun.

 

#Flashback#

“Apa maksudmu Kim Soeun target selanjutnya?” Siwon setengah berteriak mendengar perkataan Kim Nam Gil di ujung telpon. 

“Hari ini So jin mendapatkan sebuah surat anonim saat berkunjung ke rumah Soeun, tapi Soeun belum mengetahui surat ini karena dia kerja luar kota” jelas Nam gil.

“Apa yang harus aku lakukan Hyung? Disini aku sedang menangani sebuah kasus berat” Siwon bingung.

“Untuk sementara aku bisa pantau Soeun disini kau lanjutkan saja tugasmu jangan khawatir”       

“Ne hyung akan segera menyelesaikan kasus ini dan kembali ke Korea secepatnya” Siwon mengakhiri pembicaraannya dan berjalan menuju pantai di dekat apartemen ia menginap.

_End _

****

 

            Kemudian ia memencet tombol di HPnya untuk menghubungi seseorang. “Drrrrrrrrrrrrrrrrrrttttt drtttttttt drtttttttt” . Orang yang Siwon telpon tak lain adalah Soeun. “Yeoboseo Oppa?? Apa kau akan kembali ke Korea tumben telpon??” Soeun antusias.

“aniyaa aku merindukanmu dan ingin mendengar suaramu” jawab Siwon

“Ah begitu… apakah ada sesuatu yang akan terjadi?” Soeun sudah bisa menebak. 

“Ne… saat kau pergi aku ingatkan jangan pernah sendiri oke?”ucap Siwon

 “Baiklah komandan laksanakan perintah” Soeun menjawab sumringah.

“Yasudah sepertinya aku harus segera kembali berkerja sekarang… Saranghae” Siwon mengakhiri telponnya.

 “Ne nado saraghae…….” Jawab Soeun

“Aisshhhhhhh waeyoo apalagi ini yang akan mereka lakukan” Soeun setengah berteriak. “yeoboseo Eonni???”…….

****

 

 

 

Di tempat lain

            Shinhye sedang asik memilih bahan-bahan untuk membuat pesta barbeque bersama Soeun nanti malam. Di sebuah lapak di tengah pasar. Saat akan pergi menuju lapak selajutnya. Tiba-tiba ada namja  yang menabrak dan membuat semua belanjaanya jatuh.

“YA!!!!!! ajushiiii!!” Shinhye berteriak sambil memunguti belanjanya yang berceceran.

“Ahhhhhhh aigoooo bagaimana ini” Shinhye mengeluh sendiri.

“apakah nona butuh bantuan?” tiba-tiba ada seseorang pemuda membantunya.

“Ah ne.. gomapta” Shinhye bow tanpa melihat siapa orang itu.

 “mianhae tadi ayahku menabrakmu dan tidak bertanggung jawab”sesal namja itu

“Oh ajushii tadi ayahmu?” Shinhye setengah kaget dan tanpa sengaja melihat wajah pemuda itu.

“Ne.. mianhae nona aku mewakili ayahku meminta maaf padamu ” pemuda itu sambil bow

“Ah gwaenchana… ” Shinhye menjadi canggung.

“Apa nona terluka?” tanya pemuda itu.

“Ahh ini cuma lecet biasa ,jangan memanggilku nona sepertinya kita seumuran” Shinhye basa-basi.

“Baiklah ayo ikut aku akan aku obati lukamu  dulu baru aku bisa lega” pemuda itu langsung menarik tangan Shinhye.

“Kau mau membawaku kemana?” Shinhye khawatir

_End_

 

*****

 

TO BE CONTINUED…

 

Ceritanya aku smpen sampai disini dulu.Bagaimana readers? Tolong Komen ya DON’T BE A SILENT READERS. Gomawo udah mampir baca, See You next part

Annyeong ^=^

 

 

Ye_Mi SangEun

 

 

“ gunakanlah kenangan sebagai salah satu cara untuk mengembalikan hal – hal yang penting”



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.154 pengikut lainnya.